Wednesday, 14 January 2015

The 5th Senior Official Meeting

Pertemuan The 5thSenior Official Meeting (SOM5) diselenggarakan pada tanggal 17- 18 November 2009 Kota Honiara Solomon Islands, yang dihadiri oleh wakil dari 6 (enam) Negara anggota CTI, yaitu Indonesia, Malaysia, Philipina, Papua New Guinea, Timor Leste, dan Solomon Islands, masing-masing Negara mengirimkan 5 (lima) anggota delegasi.

Pertemuan dibuka oleh Menteri Environment, Conservation & Meteorology Kepulauan Solomon, Hon. Gordon Darcy Lilo yang dalam pengantarnya berharap bahwa pertemuan SOM kali ini dapat menghasilkan sesuatu yang konkrit yang dapat membawa keuntungan bagi tidak hanya negara-negara CTI, namun juga masyarakat dunia secara umum.

SOM ke- 5 menghasilkan keputusan-keputusan penting sebagai berikut:

A. Pendirian CTI Regional Sekretariat:

  1. SOM menyepakati struktur organisasi Sekretariat CTI dan fungsi dasarnya. Terkait jumlah staf pendukung, SOM sepakat bahwa staf akan direkrut secara profesional dimana jumlahnya akan ditentukan kemudian sesuai dengan kebutuhan dengan catatan bahwa harus berasal dari negara CTI-6. Pertemuan juga sepakat untuk menugaskan Coordination Mechanism Working Group (CMWG) untuk mengembangkan lebih lanjut fungsi dan Term of References (TOR) Sekretariat Regional dengan dukungan konsultasi Australia.
  2. SOM juga sepakat untuk meneruskan mandat Sekretariat Regional Interim CTI untuk memfasilitasi negara-negara CTI pada masa transisi sebelum terbentuknya Sekretariat Regional permanen. Terkait dengan hal tersebut, SOM sepakat bahwa pendirian Sekretariat Regional harus didasarkan pada sebuah Dokumen Hukum, dimana Dokumen tersebut akan dibuat oleh CMWG dengan melibatkan Pejabat dari Kementerian Luar Negeri masing-masing negara CT-6. Dokumen tersebut nantinya akan disahkan dalam Pertemuan tingkat Menteri. Selama masa transisi, Pertemuan sepakat bahwa biaya operasionalisasi sehari-hari Sekretariat akan ditanggung oleh Pemerinta RI, sementara biaya penyelenggaraan pertemuan-pertemuan CTI ditanggung oleh negara tuan rumah dimana pertemuan dilaksanakan. Sementara pengeluaran negara anggota terkait perjalanan menghadiri pertemuanpertemuan
    CTI akan ditanggung masing-masing negara.

B. Penentuan Ketua Council of Ministers (COM):

  1. Dalam pertimbangannya Filipina merekomendasikan Kepulauan Solomon sebagai Ketua COM dengan pertimbangan-pertimbangan bahwa perlu ada semangat kebersamaan diantara negara CTI untuk menjamin kelangsungan dan keberhasilan program CTI, pengangkatan Kepulauan Solomon sebagai Ketua COM dapat dimanfaatkan sebagai mekanisme check and balances karena Indonesia adalah lokasi Sekretariat Regional CTI serta sebagai penghormatan kepada Kepulauan Solomon yang merupakan tuan rumah Ministerial Meeting ke-2. SOM kemudian sepakat untuk merekomendasikan Kepulauan Solomon sebagai Ketua COM.