Thursday, 15 January 2015

The 10th Senior Official Meeting

SOM10

Pertemuan The 10thSenior Official Meeting (SOM10) diselenggarakan pada 5-7November 2014, Dili Timor Leste, Pertemuan dihadiri oleh Delegasi dari 6 (enam) negaranegara anggota yaitu : Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Solomon Islands, dan Timor Leste serta Brunei Darussalam yang hadir sebagai observer.

Pertemuan juga dihadiri oleh development partners yakni Australian Aid, USAID, World Wildlife Fund (WWF), Conservation International (CI), Coral Triangle Center (CTC), The Nature Conservancy (TNC), Asian Development Bank (ADB), dan potential partners yakni Food and Agriculture (FAO), The Global Environment Facility (GEF), South East Asia Fisheries Development Centre
(SEAFDEC). Interim Regional Secretariat (IRS) bertindak sebagai fasilitator.

Pertemuan dibuka oleh Mr. Marcos Da Cruz, Wakil Menteri, Kementerian Pertanian dan Perikanan, Timor Leste dengan menyampaikan bahwa sebagai negara yang memiliki garis pantai sepanjang 735 Km dengan kekayaan lautnya yang berlimpah, Timor Leste masih belum mengoptimalkan hasil laut. Dalam hal ini, pemerintah Timor Leste berkomitmen untuk mendorong peningkatan pendapatan dari hasil laut melalui kerjasama kelautan di tingkat regional. Wakil Menteri juga mengharapkan SOM 10 dapat menyepakati tentang pembentukan CTI-CFF Regional Secretariat dan penunjukkan Executive Director.

Dalam hal ini, SOM menyepakati beberapa hal sebagai berikut:

  1. Forum CTI-CFF menjadi ajang showcase pencapaian Indonesia dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang, sumberdaya perikanan, ketahanan pangan, melalui upaya pengelolaan perikanan berbasis ekosistem, konservasi laut, bentang laut, adaptasi perubahan iklim serta pelestarian spesies terancam punah di tingkat regional. Oleh karena itu, diperlukan
    suatu upaya bridging kerja sama CTI-CFF dengan forum sejenis lainnya selain guna menguatkan posisi Indonesia di bidang kelautan baik pada tingkat Nasional maupun Regional.
  2. Terpilihnya Prof. Dr. Widi Agus Pratikto sebagai Executive Director (ED) Regional Secretariat, memberi peluang bagi Indonesia untuk berperan sebagai key player yang menentukan arah kebijakan CTI-CFF yang secara langsung manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di wilayah pesisir dalam memanfaatkan terumbu karang dan sumberdaya perikanan.
  3. Indonesia sudah harus memulai pembahasan Host Country Agreement bersama ED serta memenuhi kewajiban untuk membayar kontribusi, dan memulai persiapan pelaksanaan SOM 11 dan 4th Regional Business Forum yang direncanakan pada bulan Agustus tahun 2015