Friday, 3 June 2016

Pertemuan Perdana CTI-CFF Local Government Network (LGN) di Wakatobi

IMG-20160602-WA0006

Wakatobi, Sulawesi Tenggara (2/6) – Sejumlah Perwakilan Kepala Daerah dalam lingkup kawasan negara anggota CTI-CFF berkumpul untuk menghadiri kegiatan MARITIME LGN GENERAL ASSEMBLY pada tanggal 2-4 Juni 2016 di Patuno Resort, Wangi-Wangi, Kab. Wakatobi.

Local Government Network (LGN CTI-CFF) adalah Jejaring Pemerintah Daerah negara anggota CTI-CFF yang meliputi : Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea, Filipina, Negara Kepulauan Solomon, dan Timor Leste. Jejaring tersebut dirancang sebagai Forum yang memiliki peranan kunci sebagai ujung tombak dalam mengimplementasikan tujuan CTI-CFF yang tertera didalam Regional Plan of Action (RPOA).  Forum ini dibentuk pertama kali pada tahun 2011 di Wakatobi  dalam suatu pertemuan yang disebut sebagai  The Mayor Roundtable (MRT) yang dihadiri oleh 50 peserta yang mewakili 13 pemerintah daerah, asosiasi pemerintah daerah, dan perwakilan dari 6 negara CTI CFF (serta Mitra Pembangunan).

Pada tanggal 1-3 Desember 2015 di Manado, CTI-CFF Senior Officials’ Meeting (SOM) ke 11 telah mengamanatkan penyelenggaraan General Assembly (GA) di Wakatobi.  Pelaksanaan GA ini diselenggarakan bersamaan dengan the First CTI-CFF Local Government Network Conference.

Pada kegiatan ini, Dr. Ir. Achmad Poernomo, M. App, Sc., Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan bidang Kebijakan Publik berkesempatan untuk memberikan Keynote Speech mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Sekretariat Komite Nasional CTI-CFF Indonesia pada pembukaan pertemuan GA ini. Achmad menjelaskan bagaimana peran penting pemerintah Daerah dengan mengeluarkan kebijakan daerah nya dalam implementasi Rencana Aksi Nasional (National Plan of Action – NPOA) CTI-CFF Indonesia.  Achmad juga menyampaikan ajakan untuk bersama-sama merayakan Hari Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle Day – CT Day) pada setiap tanggal 9 Juni yang beriringan dengan Hari Kelautan Dunia tanggal 8 Juni.

Tak lupa pula Achmad menjelaskan tentang keberhasilan delegasi dari Indonesia dalam mengusulkan resolusi usulan Indonesia yang mengangkat CTI-CFF dengan tajuk Sustainable Coral Reefs management, Coral Reefs in 2030 Agenda: Safeguarding the health and resilience of half a billion reef dependent people pada Sidang Umum Lingkungan PBB (United Nations Environment Assembly / UNEA-2) pada tanggal 23-27 Mei 2016 di Nairobi, Kenya  telah diterima menjadi salah satu resolusi PBB tahun ini.  Resolusi ini telah mendapat dukungan dari peserta dengan menyelenggarakan side event yang mengundang perwakilan dari hampir seluruh negara anggota United Nations Environment Program (UNEP).  Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantya Satyamurti Poerwadi menyampaikan bahwa “Resolusi Sustainable Coral Reefs Management menjadi yang pertama dan satu-satunya resolusi PBB yang khusus berisi tentang pengelolaan terumbu karang”. “Indonesia harus berbangga hati karena adopsi resolusi ini menunjukkan keberhasilan diplomasi dan bentuk pengakuan internasional terhadap kepemimpinan Indonesia yang secara konsisten mendorong kerja sama kemitraan global untuk menjamin konservasi dan pengelolaan berkelanjutan terumbu karang” tegas Brahmantya.