Wednesday, 15 June 2016

Perayaan Hari Segitiga Karang Dunia di Bunaken

IMG_20160611_105255

Bunaken, Manado, Sulawesi Utara (11/6) – .Sejumlah masyarakat dari Provinsi Sulawesi Utara beserta Satuan Kerja Pemerintahan Daerah (SKPD) berkumpul di Pulau Bunaken untuk merayakan hari Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle Day / CT-Day).

Setiap tanggal 9 Juni, diperingati sebagai hari Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle Day / CT-Day).  Ketetapan ini telah disepakati bersama pada pertemuan tingkat menteri CTI-CFF Ministerial Meeting ke-4 (MM 4) tahun 2012 di Putrajaya, Malaysia.  Ketetapan CT-Day ini beriringan dengan Hari Kelautan Dunia tanggal 8 Juni yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pada kegiatan yang dituan rumahi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ini, Ir. Agus Dermawan, M.Sc, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkesempatan untuk memberikan sambutan mewakili Direktur Jenderal PRL serta Sekretariat Komite Nasional CTI-CFF Indonesia pada perayaan CT-Day ini.  Agus menyerukan ajakan untuk bersama-sama merayakan Hari Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle Day – CT Day) ini dengan berbagai kegiatan, diantaranya bersih pantai, transplantasi terumbu karang, penanaman hutan bakau, serta kegiatan lainnya.

Tak lupa pula Agus menjelaskan tentang keberhasilan delegasi dari Indonesia dalam mengusulkan resolusi usulan Indonesia yang mengangkat CTI-CFF dengan tajuk Sustainable Coral Reefs management, Coral Reefs in 2030 Agenda: Safeguarding the health and resilience of half a billion reef dependent people pada Sidang Umum Lingkungan PBB (United Nations Environment Assembly / UNEA-2) pada tanggal 23-27 Mei 2016 di Nairobi, Kenya  telah diterima menjadi salah satu resolusi PBB tahun ini.  Resolusi ini telah mendapat dukungan dari peserta dengan menyelenggarakan side event yang mengundang perwakilan dari hampir seluruh negara anggota United Nations Environment Program (UNEP).  Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantya Satyamurti Poerwadi menyampaikan bahwa “Resolusi Sustainable Coral Reefs Management menjadi yang pertama dan satu-satunya resolusi PBB yang khusus berisi tentang pengelolaan terumbu karang”. “Indonesia harus berbangga hati karena adopsi resolusi ini menunjukkan keberhasilan diplomasi dan bentuk pengakuan internasional terhadap kepemimpinan Indonesia yang secara konsisten mendorong kerja sama kemitraan global untuk menjamin konservasi dan pengelolaan berkelanjutan terumbu karang”