Thursday, 12 October 2017

USAID dan Sekretariat Regional CTI-CFF bekerjasama meningkatkan pengelolaan perikanan skala Regional

cdt-mando2

Manado (26/09/17), USAID melalui  Departemen Interior  selama periode 2017-2019 mendukung CTI untuk memperkenalkan dan mengembangkan aktivitas perikanan yang dapat mempromosikan praktek perikanan yang berkelanjutan di daerah cti, untuk memerangi ilegal, tidak dilaporkan dan Memancing, mempromosikan perikanan yang berkelanjutan, dan melestarikan kelautan keanekaragaman hayati.

Dengan dilaksankannya Inception Workshop: Building-Up A Regional Catch Documentation and Traceability (CDT) System and Advancing Fisheries Management for Strengthening Food Security in Coral Triangle Region ini yang bertujuan diantaranya :

  1. Berbagi informasi dan pengalaman diantara negara-negara anggota CTI-CFF dan perikanan regional dalam pelaksanaan Catch Documentation and Traceability (CDT) System and Advancing Fisheries Management, disertai dengan penyampaian kendala-kendala yang dihadapi oleh masing-masing negara anggota dalam penerapannya;
  2. Membuat profile contoh-contoh keberhasilan kerjasama (public private partnership) antara industri perikanan dengan nelayan kecil di bidang (i) upaya mengurangi IUU Fishing, khususnya dari sisi pendataan dan sertifikasi hasil tangkapan (catch certification), dan (ii) pengaturan ketertelusuran ikan (traceability) melalui Seafood Import Monitoring Program (SIMP) dan Asean Documentation Scheme;
  3. Mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan skala model yang efektif dalam pelaksanaan Catch Documentation and Traceability (CDT) System, guna mendukung produksi perikanan lokal yang keberlanjutan, dan memperluas kolaborasi melalui identifikasi lokasi spesifik serta proyek nyata untuk investasi dan aksi.

Workshop ini diselenggarakan di Sekretariat Regional CTI-CFF di Manado. Acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Widi Agoes Pratikto (CTI-CFF Executive Director) yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan dengan sambutan selamat datang sekaligus menyampaikan penjelasan agenda dan tujuan workshop ini. Workshop ini dihadiri juga delegasi dari negara-negara anggota CTI-CFF (Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea, Philippines, Solomon Island, dan Timor Leste) serta partners (SEAFDEC, NOAA, USAID RDMA, EcoHub, PT Pulau Mas dan Universitas Sam Ratulangi). Delegasi Indonesia yang hadir dalam workshop ini adalah Aris Budiarto dari Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan dan Achmad Fauzie dari Direktorat Pelabuhan Perikanan.

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Sdr. Aris Budiarto, wakil Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan (National Working Group on EAFM) menyampaikan Country Report “Building-Up A Regional Catch Documentation And Traceability (CDT) System And Advancing Fisheries Management For Strengthening Food Security In Coral Triangle Region”

Pertemuan ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang diantaranya, (i) Pembentukan kelompok kerja CDT System di dalam anggota CTI-CFF untuk mengembangkan guideline, standart dan aktivitas dari CDT dan memastikan semua elemen kunci dari CDT mengikuti standarisasi data; (ii) Segala kegiatan yang berkaitan dengan EAFM di daerah Coral Triangle termasuk pengembangan dari skema CDT bersama dengan rencana aksi dan proses implementasi perlu dilaporkan ke CTI-CFF EAFM Working Group untuk pertimbangan lebih lanjut dan EAFM Working Group harus melaporkan ke Committee of Senior Officials (CSO) pada Senior Officials Meeting (SOM) untuk di adopsi.