Friday, 19 January 2018

Pertemuan Setkonas CTI-CFF di Awal Tahun 2018

WhatsApp Image 2018-01-19 at 10.18.11(1)

Jakarta, 10/01/2018. Dengan disepakatinya substansi Rancangan Rencana Aksi Nasional (National Plan of Action – NPOA) CTI-CFF Indonesia 2016-2020 dengan perwakilan dari K/L terkait memberikan tandatangan pada lembar Berita Acara Persetujuan NPOA untuk dapat diproses lebih lanjut, menjadi pembukaan pada sesi pertemuan ini. Pertemuan diadakan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Hal lain yang menjadi pembahasan diantaranya revisi Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman tentang Sekretariat Komite Nasional (Setkonas) CTI-CFF Indonesia yang harus mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) 85 Tahun 2015 tentang Komite Nasional (Komnas) CTI-CFF Indonesia, terutama pada pasal 6 dan pasal 7 sehingga Pokja tetap 8 sesuai perpres.  Jika akan ada tambahan 3 (tiga) Pokja (Sumber Pendanaan – FRWG, Koordinasi dan Mekanisme – CMWG dan Monitoring dan Evaluasi – MEWG), maka bisa dicantumkan sebagai Divisi tambahan pada Sekretariat atau melebur pada Pokja yang sudah ada.  Hal ini karena kewenangan Menko tidak boleh mengurangi atau melebihi kewenangan yang sudah diatur di Perpres, yaitu hanya 8 (delapan) Pokja saja.

Pertemuan ini dipimpin oleh Asisten Deputi bidang Sumber Daya Hayati, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, dengan dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet, Asisten Deputi Bidang Lingkungan dan Kebencanaan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Asisten Deputi Bidang Jasa Kemaritiman Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Wakil Koordinator Pelaksana Harian Setkonas CTI-CFF Indonesia, Perwakilan Biro Hukum dan Informasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, perwakilan Kelompok Kerja (Pokja) CTI-CFF Indonesia serta perwakilan NGOs.

Adapun laporan tahunan pelaksanaan kegiatan CTI-CFF Indonesia akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman selaku Ketua Komnas CTI-CFF Indonesia, untuk laporan ke Presiden harus bisa diolah secara lebih mendalam dan prioritas kegiatan yang harus dilaporkan dengan memperhatikan hal sebagai berikut:

  1. dasar hukum, mandat, capaian, kendala, rekomendasi, rencana 2018,
  2. manfaat kontribusi CTI-CFF untuk kepentingan Nasional,
  3. besaran kontribusi Indonesia per tahun, dan
  4. laporan dari pokja

dengan surat dapat ditembuskan ke Setkab, Setneg, Kemenkeu dan Kemlu. Direncanakan pertemuan dengan pembahasan lanjutan pada minggu ke-4 bulan Januari 2018.  Adapun direncanakan menyelenggarakan Pertemuan Komnas CTI-CFF Indonesia pada tahun ini dengan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman selaku Ketua dan mengundang para Menteri anggota.