penyu

Pokja 5

Pengelolaan Spesies Terancam punah

Sumberdaya laut Indonesia yang sangat luas dan sangat dalam telah membawa persepsi bahwa lautan adalah sumber tak terbatas. Persepsi ini telah membawa pada pandangan bahwa lautan tidak rentan terhadap pemanfaatan berlebih. Kenyataannya populasi banyak jenis telah menurun ke tingkat tidak berkelanjutan, dan jumlah jenis yang masuk dalam daftar sebagai terancam punah, antara lain paus, duyung, manate, dan penyu, terus bertambah. Ancaman pada jenis-jenis biota laut sulit untuk dirasakan karena ,mereka tidak mudah dilihat seperti hewan darat. Sayangnya, organisme laut juga sama, jika tidak disebut lebih rentan terhadap permasalahan seperti kerusakan habitat dan pemanfaatan berlebih, tupoksinya adalah:

  1. melakukan kajian tentang hiu, penyu, cetacean, serta beberapa avertebrata dan tumbuhan laut tertentu;
  2. menetapkan jenis sumber daya ikan yang terancam punah pada CITES melalui otoritas manajemen dan ilmiah;
  3. melaksanakan peraturan CITES dan manajemen konservasi terhadap hiu, Napoleon Wrasse, mamalia laut, dan penyu sebagai implementasi Rencana Aksi Nasional; dan
  4. menyampaikan laporan secara berkala setiap 3 (tiga) bulan sekali dan bertanggung jawab kepada Pengarah melalui Sekretaris Eksekutif.

KoordinatorDirektorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.